Peluang Agrobisnis Kopi Luwak

kopikopi luwak(Civet Coffee) adalah jenis kopi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan Luwak. Luwak senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik termasuk buah kopi sebagai makanannya. Secara naluri Luwak hanya memakan buah kopi yang benar-benar matang dan mempunyai aroma khusus. Pada buah kopi yang matang terdapat sejenis aroma yang sangat khas, wangi seperti buah anggur atau buah lechi sehingga disukai oleh Luwak. Biji kopi dari buah kopi yang terbaik itulah yang sangat digemari Luwak, setelah dimakan dibuang beserta kotorannya yang berupa gumpalan memanjang biji kopi yang bercampur lendir, yang sebelumnya difermentasikan dalam perut Luwak. Kotoran tersebut kemudian diambil biji kopinya, dibersihkan dengan cara mencuci sehingga tersisa biji kopi yang masih utuh. Proses selanjutnya adalah dikeringkan dengan sinar matahari (full sun drying) sehingga menjadi Biji Kopi Luwak. Kenikamatan kopi luwak sudah lama diketahui, namun baru dikenal luas di kalangan penggemar kopi setelah tahun 1980-an. Biji kopi luwak merupakan biji kopi termahal di dunia. Di luar negeri harga kopi luwak bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 8 juta per kilogram dalam bentuk bubuk. Keberadaannya telah mengalahkan biji kopi Hacienda dari Panama dan kopi St.Helena, Afrika yang masuk di dalam jajaran kopi dunia termahal dengan harga masing-masing Rp 1,5 juta dan Rp 1 juta per kilogram. Dengan harga semahal itu menjadikannya semakin populer dan berkelas. Bahkan mendapat julukan “The Most Expensive Coffee in the world”.

Sejarah Kopi Luwak
Kopi Luwak sebenarnya sudah dikenal sejak jaman kolonial Belanda. Asal mulanya tidak terlepas dari sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di Hindia Belanda terutama pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era “Tanam Paksa” atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan (pribumi) memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi. Tetapi penduduk pribumi ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Karena keinginannya itu pekerja perkebunan mencoba untuk memungut biji kopi yang tercecer. Pada perkembangannya para pekerja menemukan bahwa ada sejenis luwak yang gemar memakan buah kopi. Hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih tetap utuh. Biji kopi tersebut keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi dalam kotoran luwak ini oleh para pekerja dikumpulkan, dicuci, kemudian diolah menggunakan peralatan sederhana. Kopi itulah yang kini disebut Kopi Luwak. Ternyata kopi luwak ini memiliki rasa yang berbeda dan luar biasa. Kabar mengenai kenikmatan Kopi Luwak akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak menjadi kopi termahal sejak jaman kolonial.
DAERAH PENGHASIL KOPI LUWAK

Kabupaten Lampung Barat hingga tahun 2010 mempunyai luas areal perkebunan kopi mencapai 59.357 ha, dengan produksi 61.201 ton dan produktivitas sebesar 1.095 kg/ha/tahun. Perkebunan kopi ini menjadi sumber pendapatan bagi 84.796 KK dan menjadi sentra penghasil kopi terbesar di Provinsi Lampung serta terkenal dengan kopi luwak-nya. Bahkan kopi luwak yang dihasilkan dari daerah ini menjelma sebagai komoditas termasyhur di dunia. Bekerjasama dengan sejumlah eksportir, kini dinikmati pecinta kopi di beberapa negara, antara lain Korea, Jepang, Hongkong, Kanada bahkan Amerika Serikat.

Kopi luwak di daerah ini telah menambah khasanah kekayaan kopi-kopi eksotis nusantara. Di mata dunia internasional, kopi luwak asal Indonesia, khususnya dari Lampung Barat memiliki reputasi teramat baik, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kopi luwak termahal dan terlangka di dunia. Selain mengharumkan nama daerah, hal yang lebih penting adalah keberadaan kopi luwak ini dapat memberikan nilai tambah, yaitu penghidupan yang lebih baik bagi petani kopi dan para produsen kopi luwak lainnya. Pada gilirannya, para petani kopi juga bisa lebih terangkat kesejahteraannya.

Daerah lain penghasil kopi luwak :

Gayo, Aceh
Sidikalang
Desa Janji Maria, Kecamatan Barumun Tengah, Kabupaten Padang Lawas, 40 kilometer dari Laguboti
Kota Pagaralam
Semende, Kabupaten Muara Enim
Jawa Barat
Jawa Timur
PENGOLAHAN KOPI LUWAK

Pengolahan kopi luwak sama seperti pengolahan kopi pada umumnya, perbedaannya hanya pada proses fermentasi alami dalam pencernaan luwak. Proses fermentasi ini menggunakan buah biji kopi Arabika segar yang dimakan luwak dan tercampur dengan enzim-enzim dalam pencernaan luwak, berlangsung selama 8 jam – 12 jam. Hal tersebut menciptakan citarasa Kopi Luwak yang eksotik dan aroma Kopi Luwak yang sangat nikmat.
Urutan Proses Pengolahan Kopi Luwak

  1. Bahan berupa biji kopi yang sudah tua/merah ranum/masak batang.
  2. Biji kopi tersebut digunakan sebagai pakan luwak. Proses fermentasi dalam pencernaan luwak berlangsung selama + 8 jam s/ d + 12 jam.
  3. Penjemuran kotoran (Brenjel Raw) dibawah terik panas matahari (Full SUN Drying) sampai kadar air 20% – 25% .
  4. Pemisahan biji kopi luwak dari kulit ari menggunakan mesin tumbuk (untuk menjadi Green Bean/pasir kopi luwak siap digoreng) .
  5. Penjemuran kembali beras/biji kopi luwak dibawah terik panas matahari (Full SUN Drying) sampai kadar air 16% .
  6. Pencucian biji kopi luwak sampai bersih.
  7. Penjemuran kembali sampai kadar air 10% – 11%.
  8. Biji kopi luwak di sangrai
  9. Pembubukan untuk menghasulkan biji kopi luwak hingga siap seduh.
  10. Setelah proses pembubukan lalu didinginkan, kemudian Kopi Luwak dikemas sesuai dengan takaran

Keunggulan Kopi Luwak :

  1. Kandungan asam Kopi Luwak rendah sehingga aman untuk penderita maag
  2. Kandungan kafein Kopi Luwak rendah sehingga tidak begitu membahayakan penderita jantung
  3. Kandungan protein Kopi Luwak rendah sehingga bisa mendukung program diet rendah protein
  4. Tidak pahit dibanding dengan kopi biasa sehingga meningkatkan cita rasa Kopi Luwak
  5. Kopi Luwak lebih kental dan padat dibanding kopi biasa
  6. Kopi Luwak memiliki aroma wangi yang diakibatkan oleh enzim proteolitik
  7. Kopi Luwak dapat meningkatkan vitalitas dan stamina
  8. Kopi Luwak dapat meningkatkan kinerja otak sehingga dapat mengurangi resiko kepikunan dan parkinson

Peluang Agrobisnis Udang Lobster

lobster

Peluang Agrobisnis udang lobster Udang lobster bisa dipasarkan baik sebagai udang konsumsi maupun sebagai hiasan akuarium. Itulah sebabnya prospek lobster jauh lebih terbuka dibandingkan dengan komoditas udang lainnya. Lobster ini dalam waktu singkat menjadi primadona karena bisa dikembangkan di kolam air tawar. Lobster kebanyakan datang dari pesisir timur laut Amerika Utara dengan Canadian Maritimes dan negara bagian Amerika Serikat Maine sebagai produsen terbesar. Mereka ditangkap dengan menggunakan jebakan lobster. Alat tersebut diberi umpan dan diturunkan ke dasar laut. Alat ini membiarkan lobster masuk, namun tidak mungkin bagi lobster besar untuk keluar. Alat ini membuat lobster kecil dapat keluar sehingga bisa mecegah penangkapan lobster yang berlebihan.

Peluang Usaha Budidaya Lobster Air Tawar sangat terbuka dan memiliki prospek bisnis yang sangat menjanjikan. Minat masyarakat untuk mengonsumsi lobster makin meningkat. Permintaan hotel maupun rumah makan untuk menyajikan masakan lobster juga semakin banyak. Hingga saat ini banyak permintaan dari pangusaha kuliner yang belum bisa terpenuhi seratus persen. Apalagi, kebanyakan pengusaha kuliner ataupun hotel-hotel minta dikirimi beberapa kilogram lobster per minggu. Biasanya mereka membutuhkan lobster konsumsi yang setiap satu kilogram berisi sekitar 12 ekor ini. Harga lobster air tawar konsumsi dipasaran berkisar 100 ribu Rupiah per kilogramnya. Tentu harga yang saya tulis ini tidak bisa di jadikan patokan, sebab harga sangat relatif dan tergantung dengan daerah yang ada.

Pada umumnya budidaya lobster air tawar dimulai dari pemijahan. Proses pemijahan dilakukan di bak semen. Induk lobster disatukan di dalam bak hingga terjadi perkawinan dan membuahkan telur. Proses pembesaran lobster dilakukan di kolam tanah di tengah sawah. Lobster tumbuh optimal di kolam air tawar dengan ph antara 7 hingga 9, dan suhu antara 23 hingga 30 derajat celsius.

Pemeliharan lobster air tawar relatif tidak sulit. Untuk kolam tanah, makanannya tersedia secara alami berupa plankton. Sebagai makanan tambahan diberikan campuran parutan singkong, buah pepaya dan pelet. Pakan tambahan ini ditebarkan ke kolam sekali sehari. Lobster dipanen setelah dipelihara selama enam bulan. Pada usia tiga bulan seperti ini, lobster sudah dapat dikonsumsi, namun dari sisi ukuran belum layak, karena belum memenuhi kriteria permintaan pasar.

Lobster jenis penjapit merah dipasarkan di kota-kota di Pulau Jawa. Harganya sekitar 100 ribu rupiah per kilogram. Harga jual lobster di pasaran yang cukup menggiurkan, membuat usaha budidaya ini layak untuk ditekuni karena menjanjikan keuntungan. Permintaan lobster air tawar jenis penjapit merah cukup tinggi dan belum seluruhnya dapat dipenuhi. Setiap minggunya sentra budidaya lobster air tawar ini menerima permintaan sekitar 5 kwintal lobster, namun baru dapat dipenuhi sekitar 1 kwintal saja.

Bagi anda yang berminat untuk mengembangkan usaha budidaya lobster air tawar ini tentunya anda harus memperkaya informasi tentang lobster ini. Baik mnelalui buku panduan, seminar, berbagia media dan yang lebih baik lagi adalah belajar langsung pada pembudidaya udang lobster air tawar ini.

Peluang Agrobisnis Apel

Pembibitan
Pembiakan bibit tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. Pembiakan yang baik yang umumnya  dilakukan adalah pembiakan vegetatif, sebab pembiakan generatif memakan waktu lama serta sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya. Teknik pembiakan generatif dilakukan dengan biji, sedangkan pembiakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan /budding, sambungan / grafting dan stek. Ada baiknya anda mengikuti pelatihan pertanian untuk melakukan pebibitan apel.
1) Persyaratan Benih
Syarat batang bawah : adalah apel liar, perakaran luas serta kuat, bentuk pohon kokoh, memiliki daya adaptasi tinggi. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat serta memilki sifat – sifat unggul.
2) Penyiapan Benih
Penyiapan benih dilakukan dengan cara pembiakan batang bawah dengan langkah – langkah sebagai berikut:
a) Anak-an / siwilan
1. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 centimeter , diameter 0,5 centimeter serta kulit batang kecoklatan.
2. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon, lalu anakan dicabut beserta akarnya secara perlahan – lahan dan hati – hati.
3. Sesudah anakan dicabut, anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong, lalu ditanam pada bedengan selebar 60 centimeter  dengan kedalaman parit 40 centimeter .
b) Rundukan (layering)
1. Bibit hasil rundukan bisa didapat dengan dua cara yakni:
– Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah, kemudian cabang dijepit kayu serta ditimbun tanah, penimbunan dilakukan tiap 2 mata, jika telah cukup kuat, tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya.
– Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah, sekitar 2 centimeter diatas tempelan, bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah lalu ditekuk lagi keatas. Di tekukan diberi penjepit kayu atau bambu.
2. Sesudah rundukan berumur sekitar 4 bulan, dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. Bekas luka diolesi defolatan.
c) Stek
Stek apel liar memiliki panjang 15 – 20 centimeter  ( diameter seragam dan lurus), sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F agar merangsang pertumbuhan akar. Jarak penanaman 30 x 25 centimeter , setiap bedengan ditanami dua baris. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan, diameter batang ± 1centimeter serta perakaran sudah cukup kuat.
3) Teknik Pembibitan
a) Penempelan
1. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yakni sudah berumur 5 bulan, diameter batang ± 1 centimeter serta kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu.
2. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). lalu lapisan kayu dibuang dengan hati-hati agar matanya tidak rusak
3. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 centimeter dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. Lidah tersebut diungkit dari kayunya serta dipotong setengahnya.
4. Masukkan mata tempel pada dalam lidah batang bawah hingga menempel dengan baik. Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan.
5. Sesudah 2 – 3 minggu, ikatan tempelan bisa dibuka serta semprot / kompres menggunakan ZPT. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar serta melekat.
6. Pada okulasi yang jadi, kerat batang sekitar 2 centimeter diatas okulasi dengan posisi melintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang.
Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan hingga memacu pertumbuhan mata tunas.
b) Penyambungan
1. Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral).
2. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 centimeter dari leher akar.
3. Potong pucuknya serta belah bagian tengah batang bawah dengan panjang 2 – 5 centimeter.
4. Cabang entres dipotong se panjang ± 15 centimeter  (± 3 mata), daunnya dibuang, kemudian pangkal batang atas di iris berbentuk baji. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah.
5. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah, hingga kambium keduanya dapat bertemu.
6. Ikat sambungan menggunakan tali plastik serapat mungkin.
7. Kerudungi setiap sambungan menggunakan kantung plastik. Sesudah berumur 2 – 3 minggu, kerudung plastik bisa dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan.
4) Pemelihara an pembibitan
Pemeliharaan batang bawah meliputi
a) Pemupukan: dilakukan 1 – 2 bulan sekali menggunakan urea serta TSP masing – masing 5 gr per tanaman ditugalkan /disebar mengelilingi  sekitar tanaman.
b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.
c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan)
d) Pemberantasan hama serta penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali setiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan. Fungisida yang digunakan adalah Antracol dan Dithane, sedangkan insektisida adalah Supracide dan Decis.
Bersama dengan itu bisa juga diberikan pupuk daun, ditambah perekat Agristic.
5) Pemindahan Bibit
Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) bisa dipindahkan ke media tanam saat umur minimal 6 bulan setelah okulasi, dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes.

B. Pengolahan Media Tanam
1) Persiapan
Persiapan yang diperlukan merupakan persiapan pengolahan tanah serta pelaksanaan survei. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman, kemiringan tanah, keadaan tanah, menentukan kebutuhan tenaga kerja, bahan paralatan serta biaya yang diperlukan.
2) Pembukaan Lahan
Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa – sisa tanaman yang masih tertinggal.
3) Pembentukan Bedengan
Pada tanaman apel bedeng hampir tidak dibutuhkan, tetapi hanya peninggian alur penanaman.
4) Pengapuran
Pengapuran bertujuan agar menjaga keseimbangan pH tanah. Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6.
5) Pemupukan
Pupuk yang digunakan saat pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kilogram per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah, setelah itu dibiarkan selama 2 minggu.

C. Teknik Penanaman
1) Penentu-an Pola Tanam
Tanaman apel bisa ditanam secara monokultur maupun intercroping. Intercroping hanya bisa dilakukan bila tanah belum tertutup tajuk – tajuk daun atau sebelum 2 tahun. Tapi pada saat itu, sesudah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah, misalnya cabai, bawang dan lainnya. Tanaman apel tidak bisa ditanam pada jarak yang terlalu rapat sebab akan menjadi sangat rimbun dan akan menyebabkan kelembaban tinggi, sirkulasi udara kurang, sinar matahari terhambat dan meningkatnya pertumbuhan penyakit. Jarak tanam yang ideal bagi tanaman apel tergantung varietas. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3.5 x 3.5 meter, sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2.5-3 meter.
2. Pem buatan Lubang Tanam
Ukuran lubang tanam adalah 50 x 50 x 50 centimeter  sampai 1 x 1 x 1 meter. Tanah atas serta tanah bawah dipisahkan, masing – masing dicampur pupuk kandang sekurang kurangnya 20 kilogram. Sesudah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu, serta menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya.
3. Cara Penanaman
Penanaman apel dapat dilakukan pada musim penghujan maupun kemarau (di sawah). Pada lahan tegal dianjurkan pada musim hujan.
Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut:
a. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam.
b. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatur perakarannya agar menyebar.
c. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang.
d. Jika seluruh tanah telah masuk, tanah ditekan – tekan secara perlahan menggunakan tangan supaya bibit tertanam kuat dan lurus. Untuk menahan angin, bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar.

D. Pemeliharaan Tanaman
1 Penjarangan serta penyulaman
Penjarangan tanaman tidak di perlukan, tapi penyulaman diperlukan bagi tanaman yang mati atau dimatikan karena tidak menghasilkan menggunakan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan.
2 Penyiangan
Penyiangan dilakukan hanya jika disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap bisa mengganggu tanaman. Di kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3×3 m), penyiangan hampir tidak di butuhkan sebab tajuk daun menutupi permukaan tanah hingga ilalang  tidak dapat tumbuh.
3 Pembubunan
Penyiangan umumnya diikuti dengan pembubunan tanah. Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman supaya tidak tergenang air serta juga untuk menggemburkan tanah. Pembubunan biasanya dilakukan pasca panen atau bersamaan dengan pemupukan.
4 Perempalan / Pemangkasan
Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 centimeter, tunas yang tumbuh di bawah 60 centimeter, tunas – tunas ujung beberapa ruas dari pucuk, 4 – 6  mata serta bekas tangkai buah, knop yang tidak subur, cabang yang berpenyakit serta tidak produkrif, cabang yang menyulitkan pelengkungan, ranting atau daun yang menutupi buah. Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan hingga didapat bentuk yang diinginkan ( 4 – 5 tahun ).
5 Pemupukan
a) Pada musim hujan/tanah sawah
1. Bersamaan rompes daun

Peluang Agrobisnis semangka

Peluang Agrobisnis Semangka
Budidaya Tanaman Semangka jenis tanaman tumbuh merambat yang dalam bahasa Inggris disebut Water Mellon. Berasal dari daerah kering tropis dan subtropis Afrika, kemudian berkembang dengan pesat ke berbagai negara seperti: Indonesia, Thailand, Malaysia,Afrika Selatan, Cina, dan Negara-negara beriklim tropis.
Tanaman Semangka termasuk dalam keluarga buah labu-labuan (Cucurbitaceae) pada daerah asalnya sangat disukai oleh manusia/binatang yang ada di benua tersebut, karena banyak mengandung air, sehingga penyebarannya budidaya semangka menjadi cepat.

2. Jenis Tanaman Semangka. Banyak varietas/jenis semangka yang dibudidayakan, tetapi hanya beberapa jenis yang diminati para petani/konsumen. Di Indonesia varietas tanaman semangka yang cocok di budidayakan yaitu:
Model buah bulat dan lonjong ( semangka beby /semangka inul )
Semangka Kulit luar berwarna lorek hijau dan polos kuning.
Semangka daging berwarna merah dan kuning(ada bulat dan lonjong)
Semangka berbiji dan semangka tanpa biji ( ada bulat dan lonjong)
Silahkan memilih jenis benih buah tanaman semangka yang sesuai dengan tanah setempat. Benih Berkualitas bisa diperoleh di toko-toko pertanian atau kepada agen khusus yang menyediakan benih semangka unggul.
3. MANFAAT TANAMAN SEMANGKA
Manfaat semangka di budidayakan sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkandaun dan buah semangka muda untuk bahan sayur-mayur. Bijinya diolah menjadi makanan ringan yang disebut “kuwaci” (disukai masyarakat sebagai makanan ringan). Kulit semangka juga dibuat asinan/acar seperti buah timun atau jenis labu-labuan lainnya.
4. SENTRA PENANAMAN SEMANGKA
Budidaya semangka banyak dikembangkan di negara-negara seperti Cina, Jepang, India dan negara-negara sekitarnya. Sentra penanaman di Indonesia terdapat di Jawa Tengah (D.I. Yogyakarta, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulonprogo); di Jawa Barat (Indramayu, Karawang); di Jawa Timur ( Banyuwangi, Malang); dan di Lampung, dengan rata-rata produksi 30 ton/ha/tahun. dan masih banyak lagi area tanaman semangka yang di budidayakan di daerah indonesia.
5. SYARAT PERTUMBUHAN SEMANGKA
5>1. Iklim
A. Secara teoritis curah hujan yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah 40-50 mm/bulan.
B. Seluruh areal penanaman semangka perlu sinar matahari
sejak terbit sampai tenggelam. Kekurangan sinar matahari menyebabkan terjadinya kemunduran waktu panen.
C. Tanaman semangka akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu ± 25 derajat C (siang hari).
D. Suhu udara yang ideal bagi pertumbuhan tanaman semangka adalah
suhu harian rata-rata yang berkisar 20–30 mm.
E. Kelembaban udara cenderung rendah bila sinar matahari menyinari areal penanaman, berarti udara kering yang miskin uap air.
Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman semangka, sebab di daerah asalnya tanaman semangka hidup di lingkungan padang pasir yang berhawa kering. Sebaliknya, kelembaban yang terlalu tinggi akan mendorong tumbuhnya jamur perusak tanaman.
5>2. Media Tanaman Semangka A. Kondisi tanah yang cocok untuk tanaman semangka adalah tanah yang cukup gembur, kaya bahan organik, bukan tanah asam dan tanah kebun/persawahan yang telah dikeringkan.
B. Keasaman tanah (pH) yang diperlukan antara 6-6,7. Jika pH 3. Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat yang ideal untuk areal penanaman semangka adalah: 100-300 m dpl. Kenyataannya semangka dapat ditanam di daerah dekat pantai yang mempunyai
ketinggian dibawah 100 m dpl dan di atas perbukitan dengan ketinggian lebih dari 300 m dpl.
6. PEDOMAN BUDIDAYA SEMANGKA
6>1 Pembibitan
A. Persyaratan Benih
Pemilihan jenis benih semangka yang disemaikan adalah:
Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji)
yang mempunyai kulit biji yang sangat keras dan jenis Haploid (berbiji).
B. Penyiapan Benih
Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setelah dipilih
disiapkan alat bantu untuk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit untuk berkecambah, alat bantu tersebut berbentuk gunting kuku yang mempunyai bentuk segitiga panjang berukuran kecil dan disediakan tempat kecil yang mempunyai permukaan lebar. Jenis Haploid dengan mudah disemai karena bijinya tidak keras sehingga mudah membelah pada waktu berkecambah.
C. Teknik Penyemaian Benih
Teknik penyemaian benih semangka dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu :
*1 Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya untuk
mempermudah dalam proses pertumbuhannya.
*2 Perendaman biji dalam suatu satuan obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C; 1 sendok teh hormon (Atornik, Menedael, Abitonik) 1 sendok peres fungisida (obat anti jamur) seperti: Difoldhan 4T, Dacosnil 75 WP, Benlate; 0,5 sendok teh peres bakterisida (Agrept 25 WP).
Setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir
lagi dan bibit siap dikecambahkan.
*3 Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini dan untuk salah satu ujungnya terbuka dengan pinggiran yang terbuka.
*4 Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu
perkembangan bibit dicampur dengan obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali.
Pada usia 14 hari, benih-benih dipindahkan ke lapangan yang telah matang dan
siap ditanami benih tersebut.
*5 Pemindahan Bibit
Setelah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong
Plastik berukuran : 12 cm x (0,2 – 0,3 )mm. Satu kantong ditanam satu benih
(sudut kantong dipotong secukupnya untuk pengurangan sisa air) dan
di isi campuran tanah dengan pupuk organik komposisi:
1 bagian tanah kebun,
1 bagian kompos/humus,
1 bagian pupuk kandang yang sudah matang.
Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai,
dipindahkan ke areal penanaman yang telah diolah.
6>2.Pengolahan Media Tanaman Semangka
A. Persiapan
Bila areal bekas kebun, perlu dibersihkan dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya.
B. Pembukaan Lahan
Lahan yang ditanami dilakukan pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah
hingga menjadi bongkahan-bongkahan yang merata. Tunggul bekas batang/jaringan perakaran tanaman terdahulu dibuang keluar dari areal, dan juga segala jenis batuan yang ada dibuang, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan tanaman semangka yang akan ditanam di areal tersebut.
C. Pembentukan Bedengan
*1 Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung didalam tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat.
*2 Jumlah bedengan tergantung jumlah baris tanam yang dikehendaki oleh si penanam (bentuk bedengan baris tanaman ganda, bedengan melintang pada areal penanaman).
*3 Lebar bedengan 7-8 meter, tergantung tebal tipis dan tinggi bedengan (tinggi bedengan minimum 20 cm).
D. Pengapuran
*1 Dilakukan dengan pemberian jenis kapur pertanian yang mengandung unsur
Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah
dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat didalam tanah.
Dengan kapur Karbonat/kapur dolomit.
Penggunaan kapur per 1000 m
*2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit ,
*3 untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit
*4 dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.
E. Pemupukan Semangka
Pupuk yang dipakai adalah pupuk organik dan pupuk buatan.
Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang berasal
dari hewan sapi/kerbau dan dipilih pupuk kandang yang sudah matang.
Pupuk kandang berguna untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg/ bedengan.
Caranya,
Ditaburkan disekeliling baris bedengan secara merata.
Pupuk tersebut terdiri atas: (a) Pupuk Makro yang terdiri dari unsur Nitrogen,
Phospor, Kalsium (dibuat dari pupuk ZA, TSP dan KCl); (b) Pupuk Mikro yang
terdiri dari Kalsium (Ca) Magnesium (Mg) Mangaan (Mn), Besi (Fe), Belerang (S),
Tembaga (Cu), Seng (Zn) Boron (Bo) dan Molibden (Mo). Pupuk tersebut, dijual
dengan beberapa merek seperti Mikroflex, Microsil dll. Penggunaannya, dicampur
1% obat anti hama penggerek batang.
F. Lain-lain
Tahap penghalusan dan perataan bongkahan tanah.
pada sisi bedengan tempat penanaman semangka dilakukan dengan cangkul. Di bagian tengah, sebagai landasan buah pada bedengan, diratakan dan diatas lapisan ini diberi jerami kering untuk perambatan semangka dan peletakan buah.
Bedengan perlu disiangi, disiram dan dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm dan plastik mulsa dengan lebar plastik 110-150 cm agar menghambat penguapan air dan tumbuh tanaman liar.
Pemakaian plastik lebih menguntungkan karena lebih tahan lama, sampai 8-12 bulan pada areal terbuka (2 – 3 kali periode penanaman). Plastik sisa yang berwarna perak yang memantulkan sinar matahari dan secara tidak langsung membantu tanaman banyak mendapat sinar matahari untuk pertumbuhannya.
6>3. Teknik Budidaya Semangka
A. Penentuan Pola Tanaman
Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dengan pola tanam monokultur 2) Pembuatan Lubang Tanaman.
Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh daun ± 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 8-10 cm.
B. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan.
Lahan tertutup dengan plastik mulsa, maka diperlukan alat bantu dari kaleng bekas cat ukuran 1 kg yang diberi lubang-lubang disesuaikan dengan kondisi tanah bedengan yang diberi lobang.
C. Cara Tanam Semangka
Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar ¾ tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yang ada.
Langkah imunisasi dilakukan dengan perendaman selama 5-10 menit disertai campuran larutan obat obatan.
Susunan obat terdiri dari:
* 1 sendok teh hormon Atonik, Abitonik, dekamon, menedael,
* 1 sendok teh peres bakterisida tepung,
* 1 sendok teh peres fungisida serbuk/tepung (Berlate, dithane M-45, Daconiel).
Urutan penanaman adalah sebagai berikut:
a) Kantong plastik diambil hati-hati supaya akar tidak rusak.
b) Tanam dengan tanah posisi kantong dan masukkan ke lubang yang sudah disiapkan
c) Celah-celah lubang ditutup dengan tanah yang telah disiapkan
d) Lubang tanaman yang tersisa ditutup dengan tanah dan disiram sedikit air agar media bibit menyatu dengan tanah disekeliling dapat bersatu tanpa tersisa.
6>4. Pemeliharaan Tanaman
A. Penjarangan dan Penyulaman
Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh terlalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dengan bibit baru yang telah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman terlalu lebat dengan memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yang membantu perkembangan tanaman.
B. Penyiangan
* Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder.
* Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah.
* Pengaturan cabang utama dan cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, sehingga pembagian sinar merata, yang mempengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.
C. Pembubunan
Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal dan dilakukan setelah beberapa hari penanaman.
D. Perempalan
Dilakukan melalui penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. Perempelan dilakukan untuk mengurangi tanaman yang terlalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yang kurang bermanfaat.
E. Pemupukan
Pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya terserap, maka dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah dan pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian pupuk daun dicampur dengan insekstisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin.
Adapun penyemprotan dilakukan sebagai berikut:
*1 Pupuk daun diberikan pada saat 7, 14, 21, 28 dan 35 hari setelah tanam;
*2 Pupuk buah diberikan pada saat 45 dan 55 hari setelah tanam;
*3 ZA dan NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21 hari setelah tanam sebanyak 300 ml,
*4 25 hari setelah tanam sebanyak 400 ml dan 55 hari setelah tanam sebanyak 400 ml.
F. Pengairan dan Penyiraman
Sistim irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation, air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dengan volume pengairan tidak berlebihan. Bila dengan pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dengan bantuan slang plastik yang cukup besar sehingga lebih cepat. Tanaman semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air.
G. Waktu Penyemprotan Pestisida
Selain pupuk daun, insktisida dan fungisida, ada obat lain yaitu
ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata dan perekat pupuk makro (Pm) berbentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc, Agristik: 7,5 cc dan Metalik (Pm): 10 cc untuk setiap 14-17 liter pelarut. Penyemprotan campuran obat dilakukan setelah tanaman berusia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dengan sprayer untuk areal yang tidak terlalu luas dan menggunakan mesin bertenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca.
H. Pemeliharaan Lain
Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yang penting untuk memperoleh kualitas yang baik (berat buah cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m dari perakaran tanaman), calon buah yang dekat dengan perakaran berukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dalam bentuk yang baik dan tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah ± 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidak-merataan terkena sinar matahari, sehingga warna kurang menarik dan menurunkan harga jual buah itu sendiri.
7. HAMA DAN PENYAKIT SEMANGKA
7>1. Hama
Hama tanaman semangka dapat digolongkan dalam 2 kelompok:
hama yang tahan dan tidak tahan terhadap pestisida.
Hama yang tidak tahan terhadap pestisida (Kutu daun, bentuk seperti kutu), umumnya berwarna hijau pupus, hidup bergerombol, tidak bersayap, dan mudah berkembang biak.
Gejala yang terjadi daun bercak kuning, pertumbuhannya terhambat.
Pengendalian dilakukan secara non kimiawi dan kimiawi dengan obat-obatan.
hama kedua adalah hama yang tahan terhadap pestisida seperti: tikus, binatang piaraan (kucing, anjing dan ayam).
Pengendalian: menjaga pematang selalu bersih, mendirikan pagar yang mengelilingi tanaman, pemasangan suatu alat yang menghasilkan bunyi-bunyian bila tertiup angin dan diadakan pergiliran jaga.
A.Thrips
Berukuran kecil ramping, warna kuning pucat kehitaman,
mempunyai sungut badan beruas-ruas.
Cara penularan secara mengembara dimalam hari, menetap dan berkembang biak.
Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida sampai tanaman basah dan merata.
B.Ulat perusak daun
Berwarna hijau dengan garis hitam/berwarna hijau bergaris kuning,
tanda serangan daun dimakan sampai tinggal lapisan lilinnya dan
terlihat dari jauh seperti berlubang.
Pengendalian: dilakukan secara non kimiawi dan secara kimiawi.
C.Tungau
Binatang kecil berwarna merah agak kekuningan/kehijauan berukuran kecil
mengisap cairan tanaman, membela diri dengan menggigit dan menyengat.
Tandanya, tampak jaring-jaring sarang binatang ini di bawah permukaan daun,
warna dedaunan akan pucat. Pengendalian: dilakukan secara non-kimiawi dan
dengan pestisida.
D.Ulat tanah
Berwarna hitam berbintik-bintik/bergaris-garis, panjang tubuh 2-5 cm, aktif
merusak dan bergerak pada malam hari. Menyerang daun, terutama tunas-tunas
muda, ulat dewasa memangsa pangkal tanaman.
Pengendalian:
(1) penanaman secara serempak pada daerah yang berdekatan untuk
memutus siklus hidup hama dan pemberantasan sarang ngengat disekitarnya;
(2) pengendalian secara kimiawi, dengan obat-obatan sesuai dengan aturan penanaman buah semangka.
E.Kutu putih dan Lalat buah
Ciri-ciri mempunyai sayap yang transparan berwarna kuning dengan bercak-bercak dan mempunyai belalai.
Tanda-tanda serangan : terdapat bekas luka pada kulit buah (seperti tusukan belalai), daging buah beraroma sedikit masam dan terlihat memar.
Pengendalian :
Dilakukan secara non kimiawi (membersihkan lingkungan terutama pada kulit buah,
tanah bekas hama dibalikan dengan dibajak/dicangkul).
Secara kimiawi : dengan obat-obatan.
7>2. Penyakit
A.Layu Fusarium
Penyebab :lingkungan/situasi yang memungkinkan tumbuh jamur (hawa yang terlalu lembab).
Gejala :timbul kebusukan pada tanaman yang tadinya lebat dan subur, lambat laun akan mati.
Pengendalian:
(1) Secara non kimiawi dengan pergiliran masa tanam dan menjaga kondisi lingkungan, menanam pada areal baru yang belum ditanami, atau menanam benih yang sudah direndam obat.
(2) Secara kimiawi dilakukan penyemprotan bahan fungisida secara periodik.
B.Bercak daun
Penyebab : spora bibit penyakit terbawa angin dari tanaman lain yang terserang.
Gejala : permukaan daun terdapat bercak-bercak kuning dan selanjutnya menjadi coklat akhirnya mengering dan mati, atau terdapat rumbai-rumbai halus berwarna abu-abu/ungu.
Pengendalian:
(1) Secara non kimiawi seperti pada penyakit layu fusarium;
(2) Tanaman disemprot dengan fungisida yang terdiri dari Dithane M 45 dosis 1,8-2,4 gram/liter; Delsene MX 200 dengan dosis 2-4 gram/liter, Trimoltix 65 Wp dosis 2-3 gram/liter dan Daconil 75 Wp dosis 1-1,5 gram/liter.
C.Antraknosa
Penyebab : seperti penyakit layu fusarium.
Gejala : daun terlihat bercak-bercak coklat yang akhirnya berubah warna kemerahan dan akhirnya daun mati.
Bila menyerang buah, tampak bulatan berwarna merah jambu yang lama kelamaan semakin meluas.
Pengendalian:
(1) Dilakukan secara non kimia sepeti pengendalian penyakit layu fusarium;
(2) Menggunakan fungisida Velimex 80 WP dosis 2-2,5 gram/liter air.
D.Busuk semai
Menyerang pada benih yang sedang disemaikan.
Gejala : batang bibit berwarna coklat, merambat dan rebah kemudian mati.
Pengendalian: benih direndam di dalam obat Benlate 20 WP dosis 1-2 gram/liter air dan Difolathan 44 FF dosis 1-2cc/liter air.
E.Busuk buah
Penyebab : jamur/bakteri patogen yang menginfeksi buah menjelang masak dan aktif setelah buah mulai dipetik.
Pengendalian:hindari dan cegah terjadinya kerusakan kulit buah, baik selama pengangkutan maupun penyimpanan,
pemetikan buah dilakukan pada waktu siang hari tidak berawan/hujan.
F.Karat daun
Penyebab : virus yang terbawa oleh hama tanaman yang berkembang pada daun tanaman.
Gejala : daun melepuh, belang-belang, cenderung berubah bentuk,
tanaman kerdil dan timbul rekahan membujur pada batang.
Pengendalian:sama seperti penyakit layu fusarium.
Belum ditemukan obat yang tepat, sehingga tanaman yang terlanjur terkena di cabut, supaya tidak menular pada tanaman sehat.
7>3.Gulma
Selain gangguan oleh hama dan penyakit, gangguan juga disebabkan kekurangan/kelebihan unsur hara yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pohon semangka yang kekurangan dan kelebihan unsur hara tersebut,
menderita akibat adanya gulma (tanaman pengganggu).
8. CARA PANEN SEMANGKA
8>1.Ciri dan Umur Panen
Umur panen setelah 70-100 hari setelah penanaman.
*1.Ciri-cirinya:
setelah terjadi perubahan warna buah, dan batang buah mulai mengecil maka
buah tersebut bisa dipetik (dipanen).
Masa panen dipengaruhi cuaca, dan jenis bibit (tipe hibrida/jenis triploid, maupun jenis buah berbiji).
*2.Cara Panen
Dalam pemetikan buah yang akan dipanen sebaiknya dilakukan pada saat cuaca
cerah dan tidak berawan sehingga buah dalam kondisi kering permukaan kulitnya,
dan tahan selama dalam penyimpananan ataupun ditangan para pengecer.
Sebaiknya pemotongan buah semangka dilakukan beserta tangkainya.
*3.Periode Panen
Panen dilakukan dalam beberapa periode.
Apabila buah secara serempak dapat dipanen secara sekaligus,
tetapi apabila tidak bisa bersamaan dapat dilakukan 2 kali.
Pertama dipetik buah yang sudah tua, kedua sisanya dipetik semuanya sekaligus.
Ketiga setelah daun-daun sudah mulai kering karena buah sudah tidak
dapat berkembang lagi maka buah tersebut harus segera dipetik.
*4.Perkiraan Produksi
Hasil produksi dari masing-masing pohon semangka perlu diadakan pembatasan
hasil buahnya, sehingga dapat diperkirakan jumlah produksinya.
Secara wajar, jumlah buah berkisar antara 2-3 buah setiap pohon (1 buah pada cabang pohon dan 2 buah pada batang utama dari pohon), dengan berat buahnya ± 6-8 kg per pohon.
9. PASCA PANEN
9>1. Pengumpulan
Pengumpulan hasil panen sampai siap dipasarkan, harus diusahakan sebaik mungkin agar tidak terjadi kerusakan buah, sehingga akan mempengaruhi mutu buah dan harga jualnya. Mutu buah dipengaruhi adanya derajat kemasakan yang tepat, karena akan mempengaruhi mutu rasa, aroma dan penampakan daging buah, dengan kadar air yang sempurna.
9>2. Penyortiran dan Penggolongan
Penggolongan ini biasanya tergantung pada pemantauan dan permintaan pasaran.
Penyortiran dan penggolongan buah semangka dilakukan dalam beberapa kelas antara lain: 1) Kelas A: berat = 4> kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
2) Kelas B: berat ± 3.5 hingga 3.9 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
3) Kelas C: berat ± 3.0 hingga 3.4 kg, kondisi fisik sempurna, tidak terlalu masak.
4) Kelas D: berat ± 2.9 3.
Penyimpanan
Penyimpanan buah semangka di tingkat pedagang besar
(sambil menunggu harga lebih baik) dilakukan sebagai berikut:
1) Penyimpanan pada suhu rendah sekitar 4,4 derajat C, dan kelembaban udara antara 80-85%.
2) Penyimpanan pada atmosfir terkontrol (merupakan cara pengaturan kadar O2 dan
kadar CO2 dengan asumsi oksigen atau menaikan kadar karbon dioksida (CO2), dapat mengurangi proses respirasi.
3) Penyimpanan dalam ruang tanpa pengatur suhu: merupakan penyimpanan jangka pendek dengan cara memberi alas dari jerami kering setebal 10-15 cm dengan disusun sebanyak 4-5 lapis dan setiap lapisnya diberi jerami kering.
*4. Pengemasan dan Pengangkutan
Di dalam mempertahankan mutu buah agar kondisi selalu baik sampai pada tujuan akhir dilakukan pengemasan dengan proses pengepakan yang secara benar dan hati-hati.
1) Menggunakan tempat buah yang standar untuk mempermudah pengangkutan.
2) Melindungi buah saat pengangkutan dari kerusakan mekanik dapat dihindari.
3) Dibubuhi label pada peti kemas terutama tentang mutu dan berat buah.
*5. Penanganan Lain
Pemasaran merupakan salah satu faktor penting, maka perlu diperhatikan nilai harga dan jalur-jalur pemasaran mulai dari produsen (petani) sampai konsumen.
Semakin cepat dikonsumsi semakin tinggi harga jualnya.
Pemasaran biasa dilakukan melalui sistem borongan dengan harga yang lebih rendah, atau melalui beberapa tahapan (seperti produsen, pengumpul, pengecer).
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN SEMANGKA
Perkiraan analisis budidaya tanaman semangka dengan luas 1 hektar permusim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat tahun 1999.
1) Biaya produksi
1. Lahan
– Sewa lahan 1 ha per musim tanam Rp 800.000,-
– Pembuatan bedengan 50 HKP @ Rp 7.000,- Rp 350.000,-
– Pupuk kotoran ayam 9 ton @ Rp 75.000,- Rp 675.000,-
– Dolomit 500 kg @ Rp 250,- Rp 125.000,-
– Mulsa plastik 100 kg @ Rp 7.500,- Rp 750.000,-
– Pupuk kandang ,dolomit 11 HKP @ Rp 7.000,- Rp 77.000,-
2. Persemaian
– Benih semangka 20 gr 2 pak @ Rp 20.000,- Rp 40.000,-
– Benih semangka tanpa biji 200 gram 10 pak Rp 800.000,-
– Polybang semai 3kg @ Rp 10.000,- Rp 30.000,-
– Plastik transparan 20m @ Rp 1.500,- Rp 30.000,-
– Tenaga persemaian 12 HKW @ Rp 5.000,- Rp 60.000,-
3. Kebutuhan pupuk
– Urea 210 kg @ Rp 1.500,- Rp 315.000,-
– ZA 520 kg @ Rp 1.500,- Rp 780.000,-
– TSP 140 kg @ Rp 1.800,- Rp 252.000,-
– KC1 455 kg @ Rp 1.650,- Rp 750.750,-
– Pupuk susulan NPK 60 kg @ Rp 2.400,- Rp 144.000,-
4. Penanaman
– Penebaran pupuk dan mulsa plastik 40 HKP
@ Rp 7.000,- Rp 280.000,-
– Furadan 10 kg @ Rp 6.500,- Rp 65.000,-
– Pindah tanam 23 HKP @ Rp 7.000,- Rp 161.500,-
5. Pemeliharaan
– Pengairan 14 HKP @ Rp 7.000,- Rp 98.000,-
– Pengukuran ranting 9 HKP @ Rp 7.000,- Rp 63.000,-
– Pemupukan susulan dan penyemprotan 33 HKP
@ Rp 7.000,- Rp 231.000,-
– Penyerbukan 27 HKP @ Rp 7.000,- Rp 189.000,-
– Seleksi buah 8 HKP @ Rp 7.000,- Rp 56.000,-
– Pembalikan tanah 10 HKP @ Rp 7.000,- Rp 70.000,-
– Pemangkasan ranting 12 HKP @ Rp 7.000,- Rp 84.000,-
6. Tenaga kerja
– Tenaga jaga kebun 10 HKP @ Rp 7.000,- Rp 70.000,-
7. Pembuatan gubug 1 lokasi @ Rp 100.000,- Rp 100.000,-
8. Panen dan pascapanen 22 HKP @ Rp 7.000,- Rp 154.000,-
Jumlah biaya produksi Rp 7.600.250,-
2) Pendapatan
1. Semangka tanpa biji (22.872 kg x Rp.525,-) Rp 12.007.800,-
2. Semangka berbiji ( 2.977 kg x Rp. 475,-) Rp 1.414.075,-
Jumlah pendapatan Rp 13.421.875,-
3) Keuntungan per hektar (dalam 1 musim) Rp 5.821.625,-
Keuntungan per bulan Rp 1.455.406,-
Perkiraan analisis budidaya tanaman semangka dengan luas 1 hektar permusim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat tahun 1999
=== **** ====
Untuk tahun 2011 ~ 2012 silahkan di sesuaikan sendiri menurut cara menghitung analisa biaya setempat.
===========
4) Parameter kelayakan usaha
1. Rasio pendapatan dan biaya: B/C ratio = 1,76
Berdasarkan analisis kelayakan usaha tani diperoleh B/C ration = 1,76 berarti dengan biaya produksi yang dikeluarkan sebesar 3.699.750 akan memperoleh pendapatan 1,76 kali lipat.
10>2.Gambaran Peluang Agrobisnis
Teknik budidaya semangka secara konvensional telah dipahami. Akan lebih sempurna bila diketahui pula nilai ekonominya. Hal ini penting untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha yang menyangkut biaya produksi dan pendapatan dalam setiap hektarnya.
Selain petani dapat memperkirakan luas areal penanaman semangka yang dikehendaki, juga akan diusahakan sesuai modal yang dimiliki.
Untuk mendukung perhitungan analisis usaha tani semangka konvensional ada beberapa hal yang perlu dikemukakan antara lain:
a) Tanaman semangka dibudidayakan secara monokultur dengan jarak tanam 5.0 m
x 0,8 m sehingga populasi tanaman setiap hektar mencapai 3.500 tanaman.
b) Varietas tanaman semangka yang dibudidayakan merupakan jenis unggul (F1
hibrid), yakni varietas mindful.
c) Di lokasi penanaman terdapat diesel air sebagai sumber air apabila diperlukan.
d) Tenaga kerja dibedakan menjadi dua yakni tenaga kerja pria (HKP) dan tenaga
kerja wanita (HKW), dengan ongkos tenaga kerja pria lebih tinggi dari pada tenaga kerja wanita, dengan jam kerja/hari : 8 jam.
e) Budidaya semangka dilakukan pada musim kemarau (Maret-September).
Analisis biaya dan pendapatan ini tidak bersifat tetap, tergantung pada besarnya sewa lahan, upah pekerja, fluktuasi harga saprodi,dan harga produksi buah yang didapatkan.
11. STANDAR PRODUKSI
11>1.Ruang Lingkup
Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya petani semangka,
Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut:
a) Mengutamakan jenis tanaman semangka yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan pendapatan petani semangka, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri.
b) Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
c) Mengutamakan jenis tanaman semangka yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
d) Mengutamakan jenis tanaman semangka yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.
11>2.Diskripsi
Berdasarkan uraian diatas, tanaman semangka merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura.
Buah semangka mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya.
Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman semangka. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata perekonomian Indonesia, khususnya dari bidang pertanian.
11>3.Klasifikasi dan Standar Mutu
Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a) Semangka yang diproduksi harus diberi merek, yaitu
dengan menempelkan stiker pada buah.
b) Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga.
c) Pangsa pasar harus diperkuat, dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi semangka harus dijaga.
d) Buah semangka yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa
untuk memberikan kepuasan pelanggan.
11.4.Pengambilan Contoh
Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya, umur semangka kurang lebih 56–65 HST, buah semangka yang berukuran besar mempunyai berat rata-rata 2,5 kg, ukuran sedang 1,0–2,5 kg, dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram.
11.5.Pengemasan
Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu.

PELUANG AGROBISNIS menanam cabe di lahan sempit

PELUANG AGROBISNIS MENANAM CABE DI LAHAN SEMPIT

JIKA ANDA INGIN MENANAM SAYURAN TAPI TIDAK PUNYA LAHAN YANG LUAS JANGAN BERKECIL HATI, SAATNYA ANDA UNTUK MEMANFAATKAN LAHAN TERBATAS YANG DIMILIKI UNTUK BUDIDAYA SAYURAN. INI MERUPAKAN IDE UNTUK MEMAKSIMAL FUNGSI RUMAH DAN LAHAN AGAR MENJADI SEBUAH PELUANG BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN SELAIN UNTUK DIKONSUMSI SENDIRI TENTUNYA. KALI INI YANG MENJADI POKOK BAHASAN ADALAH CABE, RASA PEDAS YANG BERVARIASI MENJADI BAHAN YANG SERING DIGUNAKAN UNTUK MEMASAK. ANDA PASTI SUDAH TAHU DAN PERNAHMENGALAMI CABE MENJADI BARANG YANG MAHAL DAN LANGKA DIPASARAN SETELAH SEMPAT MELONJAK HARGANYA HINGGA RATUSAN RIBU PER KILOGRAMNYA. NAH OLEH SEBAB ITU KITA BISA MENGAMBIL PELUANG BUDIDAYA TANAMAN CABE SELAIN UNTUK KONSUMSI SENDIRI JUGA PUNYA NILAI JUAL MENGUNTUNGKAN YANG BISA MENJADI SUMBERPENGHASILAN SAMPINGAN. MEMANFAATKAN BARANG BEKAS SEBAGAI TEMPAT MENANAM TERPIKIR DI BENAK ANDA KALAU MENANAM CABE HARUS PUNYA KEBUN ATAU PEKARANGAN LUAS PROSES PERAWATAN YANG MEREPOTKAN HINGGA SAAT PANEN TIBA. NAH LEBIH BUANG JAUH-JAUH PIKIRAN ITU, KARENA PADA TULISAN KALI INI MEMBAHAS SOAL MENANAM CABE DI LAHAN SEMPIT ALIAS DI RUMAH. MANFAATKAN SEDIKIT LAHAN YANG ANDA MILIKI UNTUK MEDNAPATKAN HASIL YANG MAKSIMAL, YAITU DENGAN MENANAM TANAMAN CABE MENGGUNAKAN POT. SOAL MENANAM DENGAN MENGGUNAKAN POT SUDAH BANYAK YANG MEMBAHASNYA, KALI INI KITA BUKAN MENGGUNAKAN POT BENERAN ATAU LEBIH TEPATNYA MEMANFAATKAN BARANG BEKAS SEPERTI EMBER KALENG CAT DAN KEMASAN BOTOL ATAU GELAS AIR MINERAL. TEKNIK SEDERHANA MENANAM CABE BAIKLAH LANGSUNG SAJA KE PROSES AWAL YAITU MEMILIH CABE YANG SUDAH MATANG DAN SEHAT SEBAGAI BENIH. BUKA BUAH CABE TERSEBUT DENGAN CARA DISAYAT KEMUDIAN AMBIL BIJI-BIJINYA. SETELAH TERKUMPUL BIJI TERSEBUT HARUS DIJEMUR TANPA HARUS KENA SINAR MATAHARI LANGSUNG SELAMA 2-3 HARI. SETELAH PROSES PENJEMURAN SAATNYA MEMILIH BIJI CABE YANG BAGUS UNTUK DIJADIKAN BEIH, YAITU BIJI-BIJI TERSEBUT DIRENDAM DALAM AIR HANGAT SUAM-SUAM KUKU SELAMA SEHARI SEMALAM. NANTI JIKA TELAH LEWAT SATU HARI TERLIHAT ADA BIJI YANG MENGAPUNG BERARTI ITU DIBUANG SAJA KARENA PERTUMBUHANNYA BAKAL LAMA BAHKAN GAGAL. DARI BIJI CABE YANG SUDAH DIPILIH LETAKKAN/TABURKAN PADA POTONGAN-POTONGAN BOTOL AIR MINERAL DENGAN TANAH YANG DIRASA PALING BAGUS UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN. LETAKKAN SATU PERSATU BIJI CABE PADA MASING-MASING WADAH TADI DAN KEMUDIAN SIMPAN DITEMPAT YANG LEMBAB SAMPAI TUMBUH SEMPURNA. UNTUK PROSES PEMINDAHAN KE MEDIA LAIN TUNGGU SAMPAI KELUAR BEBERAPA HELAI DAUN. SAMBIL MENUNGGU BENIH CABE ITU TUMBUH ANDA BISA MEMPERSIAPKAN TANAH SEBAGAI MEDIA TANAM DI POT NANTI (PENGGANTI POT BISA MEMAKAI EMBER CAT BEKAS ATAU SEJENISNYA). TANAH DICAMPUR DENGAN PUPUK ALAMI YANG DIAMBIL DARI KOTORAN HEWAN TERNAK YANG SUDAH MENGERING. SELAIN ITU JUGA BISA MENGGUNAKAN SISA SAYURAN, DAUN-DAUNAN YANG SUDAH MEMBUSUK, SEBAGAI PUPUK ALAMI. DISINI SAYA TIDAK MENYARANKAN UNTUK MENGGUNAKAN PUPUK KIMIA SEPERTI PESTISIDA SINTETIS DAN SEJENISNYA KARENA BERDAMPAK BURUK BAGI KESEHATAN MANUSIA DAN LINGKUNGAN. DISAAT WAKTUNYA TIBA GUNAKAN SEKOP KECIL UNTUK MEMINDAH BIBIT CABE KE MEDIA YANG LEBIH BESAR BERSAMA DENGAN TANAHNYA. SETELAH DITANAM DENGAN RAPI SERTA MERATAKAN TANAHNYA SIRAM DENGAN AIR SAMPAI BENAR-BENAR BASAH DARI DAUN SAMPAI TANAH. SETELAH SEMUA PROSES SELESAI TEMPATKAN TANAMAN CABE TERSEBUT DI LOKASI YANG TIDAK TERKENA TERIK PANAS SINAR MATAHARI AGAR TIDAK MUDAH LAYU. ANDA BISA MENEMPATKAN DI SAMPING TERAS RUMAH JIKA MEMANG TIDAK ADA TANAH PEKARANGAN SAMA SEKALI, TATA SEDEMIKIAN RUPA HINGGA TIDAK TERKESAN BERANTAKAN. PERAWATAN YANG TERATUR CARA PERAWATANNYA JUGA JUGA TIDAK BEGITU SULIT DAN MEREPOTKAN, YANG PENTING CUKUP AIR SAJA TERUTAMA JIKA MUSIM KEMARAU. TANAMAN CABE JUGA BISA TERKENA HAMA SEPERTI ULAT, KUTU DAUN, DAN LAINNYA. UNTUK ITU PERLU DIOBATI DENGAN MELAKUKAN PENYEMPROTAN DENGAN MENGGUNAKAN PESTISIDA ALAMI/ORGANIK, SUATU KEBERUNTUNGAN BAGI SAYA SELAMA MENCOBA CARA SEDERHANA DIATAS BELUM SEKALIPUN TERKENA HAMA TANAMAN CABE. WAKTU YANG DIPERLUKAN HINGGA MASA PANEN TERGANTUNG DARI JENIS CABE YANG DIBUDIDAYAKAN, SECARA UMUM MEMBUTUHKAN WAKTU 2 BULAN DARI MASA TANAM. SATU TANAMAN CABE BISA DIPETIK ATAU PANEN MAKSIMAL 20 KALI BAHKAN BISA LEBIH. BEGITULAH CARA SEDERHANA BUDIDAYA TANAMAN CABE DENGAN MEMANFAATKAN LAHAN TERBATAS SERTA MENGGUNAKAN BARANG BEKAS SEBAGAI PENGGANTI POT.

Share this:

Kerjasama agrobisnis

buahhhhKerjasama agrobisnis

Kami menawarkan kerja sama jual beli komoditi pertanian, peternakan dalam berbagai bentuk. kami menerima komoditi yang akan anda tawarkan. silahkan tawarkan komoditi yang anda miliki di sini. kami juga menawarkan beberapa komoditi untuk anda. komoditi yang kami tawarkan adalah komoditi – komoditi yang berkualitas. juga bagi anda yang mencari lahan pertanian untuk disewa kami bisa mencarikan untuk anda. dan bagi anda yang ingin menyewakan lahan pertanian silahkan tawarkan disini dan kami akan mencarikan penyewa untuk anda. sampai saat ini sudah kami sudah banyak membantu mencarikan lahan pertanian atau penyewa lahan.

Tawaran kerjasama agrobisnis

Kami juga dapat mencarikan tambak ikan, udang lobster dan lain-lain yang dapat anda sewa atau beli. kami juga dapat mencarikan anda calon penyewa atau pembeli bagi anda yg akan meyewakan atau menjual tambak yang anda miliki. silahkan tawarkan komoditi yang anda miliki disini. binis anda dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan akan lebih maju jika bergabung dengan kami disini. karena ini adalah tempat berkumpulnya para pelaku agrobisnis.

Prospek kerjasama agrobis

Kami mengundang anda semua para pelaku agrobisnis untuk bergabung bersama kami demi komitmen bersama untuk memajukan bidang agrobisnis di indonesia. sampai saat ini indonesia merupakan tempat yang sangat cocok untuk melakoni agrobisnis karana negara kita adalah negara agraris. demi membantu terwujudnya kemajuan tersebut kami mengajak anda bergabung dengan kami disini.

saat ini peluang bisnis di bidang agro semakin mencorong.. banyak pelaku bisnis yang mulai melirik peluang ini…. pospeknya menjanjikan tapi sering dipandang sebelah mata